Bagian Ortala Sosialisasikan Aspek Penilaian Pelayanan Publik

Bagian Ortala Sosialisasikan Aspek Penilaian Pelayanan Publik

Foto untuk : Bagian Ortala Sosialisasikan Aspek Penilaian Pelayanan Publik

BONEBOL – Untuk memberikan pemahaman kepada setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tentang peran, tugas, dan fungsi dalam rangka memberikan pelayanan publik yang baik sesuai ketentuan yang berlaku, sebagaimana target capaian Pemerimtah Daerah Kabupaten Bone Bolango (Bonebol).
Bagian Organisasi dan Tata Laksana (Ortala) Setda Bonebol melaksanakan sosialisasi aspek penilaian pelayanan publik, Gedung Ruang IT Meeting Room and Event by Render Studio, di Desa Toto Selatan, Kabila, Selasa (18/2/2020).
Sekda Bonebol Ishak Ntoma saat membuka kegiatan itu mengatakan berbicara pelayanan publik ini gampang-gampang susah, Karena itu, pentingnya kita hadir di sosialisasi ini, bagaimana kita membumikan tentang pelayanan publik  di daerah ini.”Bicara pelayanan publik, paling tidak ada beberapa aspek yang dinilai,”kata Ishak Ntoma.
Salah satu aspek pelayanan publik yang dinilai, ungkap Ishak Ntoma, supaya kita menjadi Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM), antara lain harus ada kebijakan pemerintah daerah tentang pelayanan publik. 
Lewat kebijakan itu, paling tidak beberapa hal yang diatur atau dimuat, untuk kebijakan pelayanan publik yang dilakukan oleh pemerintah daerah, di antaranya standar pelayanannya. Jangan sampai orang atau masyarakat yang dilayani tidak kesana kemari. Tidak boleh lagi seperti itu, sudah tidak zamannya lagi. 
Pelayanan publiknya harus jelas, makanya muncul yang namanya SOP (Standar Operasional Prosedur) atau SPM (Standar Pelayanan Minimal). Apalagi kita di Bonebol sudah ada yang namanya Mall Pelayanan Publik (MPP). Tentu ini yang membuat kita lebih gagah, dibandingkan kabupaten/kota lainnya bahkan Provinsi Gorontalo itu sendiri.
Aspek berikutnya adalah tentang profesionalisme SDM. Hal ini yang perlu juga kita genjot perlu kita dorong untuk meningkatkan kapasitas dan kompetensi SDM yang berhubungan dengan Front Office pelayanan public. Kemudian tambah dengan sarana dan prasarana. 
Kemudian aspek system informasinya. Bagaimana sistem informasi tidak kacau balau, mudah orang mengakses informasinya, jelas, lugas, cepat, murah. Itu juga salah satu penentu untuk pelayanan publik. 
Selanjutnya aspek mekanisme, ini untuk menerima keluhan. Bagaimana cara menyelesaikan aduan-aduan ketidakpuasan masyarakat. Keenam, aspek inovasi pelayanan publik. Tentu kita lebih didorong untuk bagaimana inovasi yang kita ciptakan itu lebih sederhana, murah meriah, cepat, dan tidak berbelit-belit.
Karena itu, Sekda meminta para peserta jangan hanya sekedar mendengarkan sosialisasi pelayanan publik, tetapi mengajak mewujudkan Bonebol menjadi salah satu terdepan di dalam inovasi pelayanan publik, termasuk di dalam membumikan apa yang disebut Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM).
Semoga ini menjadi semangat kita untuk mendorong seluruh ASN Bonebol sangat paham dengan apa yang disebut dengan konsensus pelayanan publik. Karena di Bonebol sudah ada Mall Pelayanan Publik.
“Kita komitmen, pelayanan publik sudah ada gedungnya, maka kita harus benar-benar memperbaiki semuanya mulai dari sendiri, organisasi/lembaga atau unit kerja kita, dan keseluruhan kita di Bonebol,”urai Sekda Ishak Ntoma.
Sebelumnya, Kepala Bagian Ortala Setda, Fredy Lasut, melaporkan kegiatan sosialisasi itu diikuti 100 peserta yang terdiri dari utusan seluruh OPD dan kecamatan.”Kegiatan ini menghadirkan narasumber Kepala Biro Hukum dan Organisasi Setda Provinsi Gorontalo yang diwakili Kepala Bagian Organisasi, Helmi S. Tantu,”sebutnya. (AKP)
 

Sambutan