Bimbingan Teknis Bagi Kepala Desa dan BPD Harus Lahirkan Perubahan di Desa

Bimbingan Teknis Bagi Kepala Desa dan BPD Harus Lahirkan Perubahan di Desa

Wakil Bupati Merlan S. Uloli saat memberikan sambutan dan arahan sekaligus menutup secara resmi rangkaian kegiatan Bimtek Kepala Desa dan BPD se Kecamatan Bulango Utara, di Hotel Maqna Gorontalo, Minggu malam (10/10/2021). (F.AKP/Diskominfo)

Kominfo, Bonebol – Wakil Bupati Bone Bolango, Merlan S. Uloli resmi menutup rangkaian kegiatan bimbingan teknis (Bimtek) Kepala Desa dan Badan Permusyawaran Desa (BPD) se Kecamatan Bulango Utara, di Hotel Maqna Gorontalo, Minggu malam (10/10/2021).
Pada kesempatan itu, Wakil Bupati Merlan Uloli berharap pelaksanaan bimbingan teknis bagi Kepala Desa dan BPD se Kecamatan Bulango Utara yang dilaksanakan selama tiga hari itu harus melahirkan perubahan di desa masing-masing.
“Tiga hari bapak dan ibu mengikuti materi Bimtek yang disampaikan oleh narasumber yang berkompeten di tempat ini, kiranya ini bisa menambah ilmu dan wawasan kita. Dengan harapan apa yang kita terima pada Bimtek ini, bisa diaplikasikan setelah sekembalinya kita ke masyarakat atau ke desa masing-masing,”harap Wabup Merlan.
Kata Wabup, setelah mengikuti Bimtek ini, bagaimana kita selaku Kepala Desa dan juga BPD, itu bisa meningkatkan pelayanan publik kepada masyarakat. Bagaimana kita meningkatkan laporan pertanggungjawaban di dalam pelaksanaan keuangan desa, karena itu yang penting bapak dan ibu hadir disini.
“Harus ada perubahan, ada nilai tambah yang didapat dalam pelaksanaan Bimtek ini. Kalau tiga hari kita mengikuti Bimtek dan juga tidur di hotel ini, kemudian itu tidak membawa dampak, tidak ada perubahan ke arah yang lebih baik, maka pertemuan bimbingan teknis ini sia-sia,”tegas Merlan.
Untuk itu, tambah Merlan, tekankan dalam diri kita, bahwa kita harus punya tekad aparat di Bone Bolango ini mulai dari pemerintahan desa, kecamatan, hingga pemerintahan di kabupaten setiap mengikuti rapat, bimtek, penyuluhan, sosialisasi dan lainnya harus ada yang didapat. Harus ada nilai positif yang bisa diambil dan kita petik. 
“Tiga hari kita meninggalkan keluarga, mengeluarkan anggaran, terus ketika melaksanakan tugas kembali di desa tidak ada yang berubah dari sebelum mengikuti Bimtek ini, itu yang rugi bukan hanya bapak dan ibu sendiri, tapi pemerintah daerah juga rugi. Ini yang kita ingin semua menyadari. Seluruh jajaran pemerintahan ini harus menyadari itu,”ungkap Merlan.
Ada hal yang berbeda, ada lompatan, supaya tidak sia-sia pelaksanaan Bimtek ini.”Sekecil apapun perubahan itu harus ada. Baik itu dari segi programnya, cara kita memaknai pembangunan di desa, cara kita menyusun program di desa, terus ada perbaikan dari tahun ke tahun menuju Bone Bolango 2 kali lebih baik,”tutup Merlan S. Uloli. (Tim IKP/Humas/Kominfo)
 

Sambutan