Bone Bolango Jadi Kabupaten Pilot Projek Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak

Bone Bolango Jadi Kabupaten Pilot Projek Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak

Wakil Bupati Merlan S. Uloli didampingi Kepala DP2KBP3A Bone Bolango Meri S. Ngadju, saat membuka Bimtek Perencanaan Penganggaran Responsif Gender Desa dirangkaikan dengan Sosialisasi DRPPA tingkat Kabupaten Bone Bolango, di Gedung Ruang-IT Meeting Room dan Event, Rabu, (3/11/21). (F.AKP/Diskominfo)

Kominfo, Bonebol – Kabupaten Bone Bolango menjadi daerah pilot project Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak (DRPPA) dan mentoring khusus dari Asisten Deputi Bidang Perlindungan Perempuan dan Anak, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI.
Hal ini tidak lepas dengan diraihnya penghargaan Anugerah Parahita Ekapraya yang penilaiannya berdasarkan komitmen Pemerintah Daerah dalam pengarusutamaan gender.
Wakil Bupati Bone Bolango, Merlan S. Uloli mengatakan dalam mendukung Kabupaten Bone Bolango menjadi daerah pilot project DRPPA harus ada program penganggaran disetiap desa yang harus menjadi mindset dalam menyusun program.
“Ini harus menjadi perhatian karena dipilihnya Kabupaten Bone Bolango sebagai pilot project juga menjadi pertimbangan, karena Wakil Bupatinya seorang perempuan,”kata Wabup Merlan saat membuka Bimbingan Teknis Perencanaan Penganggaran Responsif Gender Desa dirangkaikan dengan Sosialisasi  DRPPA tingkat Kabupaten Bone Bolango, di Gedung Ruang-IT Meeting Room dan Event, Rabu, (3/11/21). 
Wabup Merlan berkomitmen untuk menindaklanjuti kegiatan bimbingan teknis itu dengan harapan bahwa Desa yang ada di Kabupaten Bone Bolango terutama yang dipimpin oleh perempuan siap menyukseskan dan memprogramkan program responsive gender yang ada keberpihakannya terhadap pengarusutamaan gender.“Program ini bukan hanya perempuan, tetapi bagaimana program di desa melibatkan perempuan dan laki-laki,”tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Bone Bolango, Meri S. Ngadju mengungkapkan program pengarusutamaan gender sudah dimulai sejak tahun 2020.
Kadis Meri menuturkan dalam bimbingan teknis ini pihaknya melibatkan 18 desa di Bone Bolango sebagai sampel untuk mensosialisasikan program pengarusutamaan gender bertujuan bagaimana desa itu responsive gender.
“Bukan hanya sampai di 18 desa ini, kita juga akan turun ke seluruh desa berkaitan dengan sosialisasi program pengarusutamaan gender, sehingga program ini akan dapat berlari secara cepat,”tutur Kadis Meri.
Meri berkeyakinan seluruh kepala desa siap menyukseskan program pengarusutamaan gender. Dengan harapan masyarakat bisa paham  program pengarusutamaan gender.”Biasanya masyarakat itu beranggapan gender itu hanya perempuan, maka setelah Bimtek ini akan ada sosialisasi ditengah masyarakat apa itu pengarusutamaan gender, sehingga seluruh masyarakat di Kabupaten Bone Bolango memiliki pemahaman yang sama terkait program ini,”pungkas Meri. (Tim IKP/Humas/Kominfo)
 

Sambutan