BPJamsostek Gorontalo Serahkan Santunan Kematian Rp42 Juta

BPJamsostek Gorontalo Serahkan Santunan Kematian Rp42 Juta

BONEBOL – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan atau yang dikenal dengan BPJamsostek Cabang Gorontalo menyerahkan santuan manfaat program Jaminan Kematian (JKM) kepada peserta yang meninggal dunia sebesar Rp42 juta.
Santunan ini diserahkan kepada Yunus Mooduto, selaku ahli waris dari almarhumah Lusi Malaka yang mengalami resiko meninggal dunia karena sakit pada tanggal 19 Januari 2020 di RSUD Aloei Saboe, Kota Gorontalo.
Penyerahan santunan itu secara simbolis diberikan oleh Kepala BPJamsostek Cabang Gorontalo Teguh Setiawan yang diwakili Muhammad Ashadi Junandar, selaku Penata Madya Pelayanan didampingi Kepala Desa Biluango Yakub Djamala, disela acara doa arwah ke-40 hari atas meninggalnya almarhumah Lusi Malaka, di rumah kediaman almarhumah, di Desa Biluango, Kecamatan Kabila Bone, Kabupaten Bone Bolango, Jumat (28/2/2020).
Muhammad Ashadi Junandar mengatakan santunan kematian ini merupakan bentuk tanggung jawab BPJamsostek yang wajib diberikan kepada peserta yang terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan atau BPJamsostek.
“Jadi almarhumah Lusi Malaka yang berprofesi sebagai pedagang ini terdaftar sebagai peserta BPJamsostek secara mandiri sejak November 2018, karena ada resiko meninggal dunia, maka almarhumah berhak mendapatkan santunan dan diberikan kepada ahli warisnya,”ujar Hadi sapaan akrab Muhammad Ashadi Junandar.
Hadi pun berharap semoga santunan ini bisa mengurangi beban dan bermanfaat bagi keluarga yang ditinggalkan.”Mungkin nyawa tidak bisa dihitung dengan uang. Namun kami berharap semoga santunan yang diberikan oleh BPJS Ketenagakerjaan ini betul-betul bermanfaat bagi ahli warisnya,”ujarnya.
Ia juga atas nama BPJamsostek Cabang Gorontalo turut mengucapkan berduka cita kepada keluarga dari almarhumah Lusi Malaka.”Kepada keluarga yang ditinggalkan, kami sampaikan turut berduka cita yang mendalam. Semoga almarhumah husnul khotimah dan diterima di sisi Allah SWT. Aamiin,”ucap Hadi.
Pada kesempatan itu, Hadi juga mengimbau kepada seluruh pekerja di wilayah tersebut, yang mungkin bekerja atau memiliki pekerjaan harian, tapi belum terdaftar sebagai peserta BPJamsostek kiranya bisa mendaftarkan diri. Karena kita tidak pernah tahu resiko dapat terjadi kapan saja dalam bekerja, baik itu berdagang, berjualan, nelayan, petani, dan sebagainya.
“Resiko itu yang sebenarnya kita hindari. Setidaknya ketika bapak dan ibu terdaftar sebagai peserta BPJamsostek, mungkin keluarga atau diri sendiri itu bisa merasa tenang, karena terlindungi oleh program BPJamsostek,”terang Hadi.
Untuk peserta mandiri, lanjut Hadi, jika peserta mau mendaftarkan, itu pendaftarannya minimal dua program, yakni untuk perlindungan jaminan kecelakaan kerja (JKK) dan jaminan kematian (JKM) dengan iuran setiap bulannya Rp16.800 perjiwa atau setiap pekerja. (AKP)
 

Sambutan