Canggih, Tilongkabila Mulai Terapkan Absensi Aparat Desa Berbasis Android GPS

Canggih, Tilongkabila Mulai Terapkan Absensi Aparat Desa Berbasis Android GPS

Camat Tilongkabila Marten Hunawa hadir pada pelaksanaan ujicoba penerapan absensi digital berbasis android GPS untuk seluruh aparat desa se Kecamatan Tilongkabila, yang di awali dengan aparat Desa Bongohulawa, di kantor desa setempat, Jumat (28/5/2021). (F.AKP/Diskominfo)

Kominfo, Bonebol – Untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat di seluruh desa se Kecamatan Tilongkabila. Pemerintah Kecamatan Tilongkabila mulai menerapkan absensi bagi aparat desa di wilayahnya dengan sistem absensi digital berbasis android GPS (Global Positioning System).
Sistem absensi ini akan diberlakukan bagi seluruh aparatur pemerintah desa, mulai dari Sekretaris Desa (Sekdes) Kepala Urusan (KAUR), Kepala Seksi (Kasie) hingga Kepala Dusun (Kadus), dan diujicobakan pada aparat Desa Bongohulawa, di kantor desa setempat, Jumat (28/5/2021).
Camat Tilongkabila, Marten Hunawa, mengatakan hari ini Pemerintah Kecamatan Tilongkabila melakukan ujicoba sistem alat bantu aplikasi, yakni absensi digital berbasis android GPS bagi seluruh aparat desa. Absen digital ini dibuat untuk membantu para Kepala Desa dalam rangka monitoring dan mengevaluasi kinerja dari aparat desanya. 
“Jadi mereka para aparat desa akan melakukan absensi masuk maupun pulang dengan foto wajah di radius kantor desa kurang lebih 10 meter, sehingga melalui GPS bisa dideteksi bahwa yang mengisi absensi benar-benar di kantor dan setiap hari real time akan masuk di kecamatan secara online,”kata Marten Hunawa.
Marten menuturkan keberadaan absensi digital ini memang menjadi sesuatu yang berat bagi perangkat desa, karena selama ini mereka bisa masuk terlambat dan bisa pulang lebih awal ketika ada kegiatan-kegiatan. 
Hal ini tentunya menimbulkan kecemburuan bagi aparat desa lainnya yang selama ini sangat konsisten dengan kehadirannya di kantor desa dalam rangka melakukan tugasnya.“Dengan sistem absensi ini, maka tidak ada lagi alasan untuk tidak masuk kantor datang terlambat maupun pulang lebih awal,”tutur Marten.
Marten mengungkapkan nanti ke depan sistem ini akan dikorelasikan dengan penilaian kinerja daripada aparat desa itu sendiri, sehingga pemberian gaji maupun tunjangan kepada mereka, itu terukur.
Diakuinya, selama ini aparat desa yang tidak berkinerja dengan aparat desa yang berkinerja tinggi, itu sama, yakni menerima gaji yang sama dan tunjangn yang sama.”Tentu ini harus perlu dikoreksi, sehingga kecemburuan di dalam lingkungan kerja kantor desa lambat laun dapat teratasi dengan adanya sistem ini,”ungkap Marten.
Olehnya itu, Marten menaruh harapan besar kepada seluruh jajaran aparat desa di wilayahnya. Tentu dengan adanya sistem ini, maka diharapkan masyarakat akan lebih puas dalam mendapatkan pelayanan dari desa, baik layanan digital maupun ketepatan waktu dari perangkat desa yang hadir di kantornya ketika akan menerima pelayanan di desa.
Sementara itu, Kepala Desa Bongohulawa, Iwan Nusi, mengaku bersyukur dengan adanya penerapan sistem absensi digital bagi seluruh aparatnya. Ia mengaku absensi digital berbasis android ini sangat membantu dirinya sebagai Kepala Desa dalam mengukur kinerja dari aparat desa terutama kehadiran. 
“Selama ini kami untuk mendeteksi aparat desa biasanya ada kendala, tapi Alhamdulillah dengan absensi digital ini, kami tinggal mengecek saja di sistem aplikasi siapa saja yang hadir dan siap siapa yang tidak hadir. Tentu itu yang memudahkan untuk kami sebagai kepala desa,”ujarnya.
Sekretaris Desa Bongohulawa, Ningsi Ben Bata, menambahkan penerapan absensi digital ini bagi dirinya sebagai aparat Desa Bongohulawa merupakan hal yang baru. Tentu ini bagi kami di awal-awal pasti sangat berat. Sebab kami harus benar-benar datang di kantor desa lebih awal melakukan absensi hadir secara digital dari yang sebelumnya hanya pakai daftar hadir yang manual.
Di sisi lain, Ningsi mengaku bersyukur dengan adanya penerapan absensi digital ini nantinya akan lebih kelihatan kinerja-kinerja aparat desa, terlebih disiplin waktu yang biasanya datang ke kantor desa pukul 08.30-09.00 Wita.
”Dengan adanya sistem absensi ini kami harus disiplin waktu datang lebih awal pukul 08.00 Wita di kantor desa untuk melakukan absen kehadiran, setelah itu langsung mulai kerja,”pungkasnya. (Tim IKP/Humas/Kominfo)
 

Sambutan