Cegah COVID-19, Dukcapil Bonebol Terapkan Layanan Dokumen Kependudukan Lewat WhatApp

Cegah COVID-19, Dukcapil Bonebol Terapkan Layanan Dokumen Kependudukan Lewat WhatApp

Foto untuk : Cegah COVID-19, Dukcapil Bonebol Terapkan Layanan Dokumen Kependudukan Lewat WhatApp

BONEBOL – Sebagai upaya pencegahan dini terhadap penyebaran Coronavirus disease (COVID-19) atau virus Corona. Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Bone Bolango (Bonebol) saat ini memberlakukan pengurusan dokumen kependudukan melalui via WhatApp (WA).
Kepala Dinas Dukcapil Bonebol, Oktavianus Rahman, mengungkapkan untuk mengurangi resiko penyebaran Covid-19 (Corona Virus), Dukcapil Bonebol mengambil langkah-langkah untuk pengurusan dokumen kependudukan (KTPel, Kartu Keluarga, Akta Kelahiran, Akta Kematian, pindah datang dan KIA dengan memberlakukan pengurusan dokumen kependudukan melalui via WA.
Mulai dari perekaman maupun pencetakan KTP Elektronik, kata Oktavianus, pihaknya memprioritaskan kepada penduduk yang belum perekaman KTPel dan sudah perekaman, tetapi belum memiliki KTPel guna mencetak KTPel-nya serta yang berada di rumah sakit untuk pelayanan BPJS.
Selanjutnya, permohonan pengurusan Kartu Keluarga, Pindah Datang dan KIA dapat mengirimkan permohonannya melalui WhatsApp di nomor 085145267861 (Ibu Nurafni Neo, S.S). Permohonan Pengurusan Akta Kelahiran dan Akta Kematian dapat Mengirimkan Permohonannya melalui WhatsApp di Nomor 0813 4206 7010 (Ibu Sauda Polamolo, S.Sos).
Untuk kemudian permohonan pengurusan dokumen yang dikirim melalui WhatApp akan di verifikasi oleh petugas Dukcapil.”Apabila semua persyaratan sudah memenuhi syarat, maka petugas Dukcapil akan memproses pencetakan dokumen kependudukan dan mengirimkan kepada pemohon File Pdf dokumen kependudukan (Kartu Keluarga, Akta kelahiran dan Pindah datang),”jelas Oktavianus, Selasa (17/3/2020).
Selanjutnya pemohon dapat mencetak sendiri di Rumah Dokumen Kependudukan (Kartu Keluarga, Akta Kelahiran dan Pindah Datang). Bahan kertas yang dipakai untuk mencetak dokumen adalah kertas HVS Putih Polos A4 80/100gsm.
Legalisir dokumen kependudukan dengan format digital dan sudah ditanda tangani secara elektronik (barcode), tidak memerlukan pelayanan legalisir (KTPel, Kartu Keluarga, Akta Kelahiran). Jika mengalami masalah/kurang jelas tentang hal-hal tersebut, dapat menghubungi petugas registrasi desa yang ada di masing-masing desa. 
“Pengumuman ini berlaku mulai tanggal 17 Maret 2020 s/d 31 Maret 2020. Sampaikan kepada kerabat, sanak saudara kita yang membutuhkan layanan dokumen kependudukan. Demikian kami sampaikan, atas kerjasama yang baik diucapkan terima kasih,”tukas Oktavianus Rahman. (AKP)
 

Sambutan