DPP Kebut Persiapan Pemanfaatan Pasar Hewan dan RPH Bone Bolango

Kepala Dinas Pertania dan Peternakan saat diwawancarai usai kegiatan Ngobrol Santai Bupati Bone Bolango bersama petani dan peternak yang ada di Kabupaten Bone Bolango

Kominfo BoneBol - Dinas Pertanian dan Peternakan (DPP) Kabupaten Bone Bolango kebut dan terus melakukan persiapan pemanfaatan kembali Pasar Hewan dan Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Bone Bolango yang ada di Bulotalangi Timur, Kecamatan Bulango Timur.

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Bone Bolango, Roswaty Agus, mengatakan fasilitas yang tersedia di RPH, yakni ruangan untuk penyembelihan. Ia mengungkapkan harusnya untuk satu RPH dilengkapi dengan sarana dan prasarana seperti bangunan utama, area penurunan ternak, kandang penampungan, kandang isolasi, dan ruang pelayuan. 

Namun karena ini masih dalam tahap 1, RPH baru mempunyai bangunan utama serta kandang penampungan.

”Kedepan  kami akan terus mendorong fasilitas pendukung lainnya,"kata Roswaty Agus.

Roswaty melanjutkan sebelum dilakukan pemotongan, ternak sapi yang akan disembelih harus dilakukan pelayuan agar hasil dagingnya bisa berkualitas.

"Sapi itu sebelum dipotong harus dalam keadaan rileks  agar hasil dagingnya bisa berkualitas,"ungkap dia.

Selain  fasilitas yang telah disebutkannya di atas, Roswaty juga mengatakan untuk 1 RPH harus mempunyai kantin, ruang penguatan, ruang istrahat untuk karyawan, tempat pemusnahan, dan rumah jaga.

"Dengan adanya dukungan bapak Bupati, ini menjadi langkah awal untuk menuju peternakan Bone Bolango yang lebih baik,"kata Roswaty.

Roswaty mengungkapkan, pihaknya terus berupaya meskipun dengan keterbatasan dana yang ada semua program yang sudah direncanakan bisa terwujud. Kita tidak boleh bersembunyi diketerbatasan dana yang ada. Tetapi kita akan berupaya untuk mengajukan beberapa proposal untuk mendapatkan sumber dana baik dari APBD Provinsi maupun APBN untuk merealisasikan program yang sudah direncanakan.

Disisi lain, Roswaty menuturkan untuk karyawan yang ada di RPH Bone Bolango sendiri baru berasal dari staf di Bidang Kesehatan Hewan. Meski begitu, ia berharap agar semua pemotongan hewan baik dari peternak dan pengusaha hewan bisa dilakukan di tempat pemotongan hewan yang telah disediakan oleh pemerintah.

(Humas/Kominfo)

Sambutan