Dukung PPKM Mikro Pemkab Bonebol Batasi Jumlah ASN Masuk Kantor Hanya 50 %

Dukung PPKM Mikro Pemkab Bonebol Batasi Jumlah ASN Masuk Kantor Hanya 50 %

Wakil Bupati Dr. Merlan S. Uloli saat melakukan monitoring pembelajaran tatap muka terbatas di SMP Negeri 1 Tilongkabila, Kamis (3/6/2021). (F.Fajrin/Sespri Wabup)

Kominfo, Bonebol  – Untuk mendukung Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berskala Mikro yang sejak 1 Juni sudah mulai diberlakukan, pihak Pemerintah Kabupaten Bone Bolango (Pemkab Bonebol) mengambil kebijakan bahwa mulai besok jumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) di setiap perkantoran akan dibatasi hanya 50% dari jumlah normal yang masuk kerja.
Hal tersebut disampaikan langsung Wakil Bupati Bone Bolango, Dr. Merlan S. Uloli saat melakukan monitoring pembelajaran tatap muka terbatas di SMP Negeri 1 Tilongkabila, Kamis (3/6/2021).
Merlan mengatakan pasca lebaran idul fitri terjadi lonjakan Covid-19 di beberapa daerah, maka Pemerintah Kabupaten Bone Bolango tidak akan menganggap remeh adanya lonjakan tersebut.“Mulai besok di kantor-kantor yang ada di Bone Bolango akan kita berlakukan hanya 50% yang masuk kerja selebihnya melakukan pekerjaan dari rumah,”kata Merlan.
Ia juga menuturkan dengan diberlakukannya kebijakan tersebut dapat menghindarkan wilayah Bone Bolango dari lonjakan Covid-19 yang sudah terjadi beberapa negara.“Segala upaya akan kita lakukan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 ini,”tutur Merlan.
Merlan S. Uloli juga menambahkan para guru dan orang tua siswa yang ada di SMP Negeri 1 Tilongkabila khususnya dan di Bone Bolango pada umumnya agar bisa komitmen bersama Pemerintah Daerah untuk menjalankan protokol kesehatan secara ketat.
“Saat ini masih dalam pandemik Covid-19, Pemerintah Daerah masih memiliki rasa kekhawatiran jangan sampai akan timbul klaster baru penyebaran Covid-19 di sekolah,” ujar Merlan.
Olehnya mantan Kadis Dukcapil, Kota Jayapura, Papua itu, berharap kerja sama guru dan orang tua bisa dijalankan untuk memastikan para siswa setelah pembelajaran tatap muka di sekolah langsung pulang ke rumah dengan menerapkan protokol kesehatan. (Tim IKP/Humas/Kominfo)

Sambutan