Hasil Rumusan Rembuk Pendidikan Harus Segera Ditindaklanjuti

Hasil Rumusan Rembuk Pendidikan Harus Segera Ditindaklanjuti

BONEBOL – Dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan seiring dengan tekad pemerintah mewujudkan pendidikan yang cemerlang dan untuk menyatukan persepsi demi kemajuan pendidikan dan kebudayaan di Kabupaten Bone Bolango.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bone Bolango melaksanakan kegiatan rembuk pendidikan dan kebudayaan Kabupaten Bone Bolango tahun 2020 bekerja sama dengan Dispora, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, Dinas PMD, dan Bappeda, di Aula MAN Insan Cendekia Gorontalo, Rabu (11/3/2020).
Kegiatan yang dibuka secara resmi Sekretaris Daerah Bone Bolango Ishak Ntoma itu, diikuti pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, Kepala sekolah TK, SD, SMP, pengawas, penilik, Camat, dan juga dari tokoh pendidikan dan tokoh budaya.
Sekda Ishak Ntoma dalam sambutannya mengharapkan hasil rembuk pendidikan dan kebudayaan itu dijadikan acuan bekerja selama tahun 2020. Hasil dari rembuk pendidikan terkait apa yang telah dirumuskan harus segera ditindaklanjuti. 
“Harus ada kesepahaman antar sekolah dan dinas agar permasalahan setiap tahun semakin berkurang. Demikian juga masalah kualitas pendidikan semakin hari semakin baik, bukan sebaliknya,”tegas Sekda Ishak Ntoma.
Sekda juga mengimbau setiap sekolah harus punya brand yang harus dimiliki sebagai modal untuk mempromosikan sekolahnya kepada masyarakat. Misalnya kelebihan karena keseniannya, olahraganya serta kegiatan kegiatan ekstrakurikurer lainnya. Selain itu, karakter siswanya harus dibina dan ditingkatkan pada setiap satuan pendidikan, mulai dari jenjang TK, SD, dan SMP. 
Menurutnya, saat ini kepala sekolah sebagai manejer dalam satuan pendidikan diharapkan untuk lebih proaktif dalam melakukan monitoring setiap hari terhadap kegiatan operator Dapodik. Karena saat ini seluruh kegiatan pendidikan muaranya berada di Dapodik, mulai dari data pendidik, peserta didik serta sarana dan prasarananya.
Sekda yang didampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Marni Nisabu, juga berharap masalah yang saat ini sedang hampir tidak pernah ada habisnya seperti panah wayer, merokok, menghirup lem (semacam narkoba) dan kenakalan remaja lainnya untuk lebih diseriusi. 
Membangun kerjasama dengan pihak kepolisian, pihak BNN, kesehatan serta peran dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan memberikan pendidikan tentang bahaya kriminalitas dan efeknya bagi kesehatan siswa. 
Diharapkan juga pihak sekolah lebih menjalin komunikasi dengan pihak orang tua siswa.”Saya juga berharap agar semua sekolah bebas asap rokok,”tegas Sekda Ishak Ntoma. (AKP)
 

Sambutan