Lahan Kritis di Bonebol Capai 28 Ribu Hektar

Lahan Kritis di Bonebol Capai 28 Ribu Hektar

Kominfo, Bonebol – Keberadaan lahan kritis di Kabupaten Bone Bolango (Bonebol) saat ini telah mencapai 28 ribu hektar atau 27.997,68 hektar berdasarkan update data tahun 2020. Lahan itu menyebar dalam kawasan hutan seluas 4.119,60 hektar atau 2,19 % dan luar kawasan hutan seluas 23.878,09 hektar atau 14,87 %.
Hal ini diutarakan Bupati Bone Bolango Hamim Pou pada sosialisasi  kegiatan Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL) Agroforestry tingkat Kabupaten Bone Bolango tahun 2021 yang diselenggarakan oleh Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung (BPDASHL) Bone Bolango, Provinsi Gorontalo, di RM. Miranti Indah, Selasa (2/3/2021).
Maka kata Hamim Pou, kegiatan RHL adalah sebagai upaya untuk memulihkan, mempertahankan dan meningkatkan fungsi hutan dan lahan guna meningkatkan daya dukung, produktivitas dan peranannya dalam menjaga sistem penyangga kehidupan. 
Apalagi kegiatan RHL ini telah memasuki paradigma baru, yaitu dengan menempatkan masyarakat sebagai subjek dan objek utama dalam pelaksanaannya yang ditransformasikan melalui pola agroforestry.
Olehnya Hamim menyambut baik dilaksanakannya kegiatan sosialisasi RHL agroforestry itu, karena pada faktanya Bone Bolango wilayahnya adalah areal hutan sangat luas. Menurutnya, lebih dari 70% Bone Bolango adalah hutan. Terdiri dari hutan taman nasional, hutan lindung, hutan produksi, dan hutan produksi terbatas.
“Dari lebih 70% kawasan hutan, ada sekitar 17% lebih yang dalam kondisi yang agak kritis bahkan kritis. Apakah di areal hutan itu sendiri maupun di sekitar kawasan luar hutan,”terang Hamim.
Hamim pun berharap lewat kegiatan RHL ini bisa menambah tutupan lahan. Karena ini salah satu solusi untuk menebalkan dan memperbanyak tutupan hutan, mengurangi longsor, dan juga memperbaiki DAS. Apakah di DAS Bone maupun DAS Bulango. Tentu masyarakat juga masih bisa memanfaatkan DAS ini untuk ditanami tanaman-tanaman yang bisa mendatangkan nilai tambah untuk masyarakat Bone Bolango sendiri.
”Kami terima kasih kegiatan hari ini di dukung oleh pak Dandim, pak Kajari, dan pak Kapolres. Mudah-mudahan kita bisa berkolaborasi untuk menyelamatkan hutan dan DAS kita,”tukas Hamim.
Apalagi, tambah Hamim, salah satu visi dari Kabupaten Bone Bolango adalah pembangunan infrastruktur dengan memperhatikan daya dukung lingkungan. Itu yang harus kita jaga. Belum lagi, branding kita di Bone Bolango adalah kabupaten konservasi. Belum lagi pertanian kita adalah pertanian organik. 
Hal-hal seperti ini tentu membutuhkan dukungan lingkungan yang sehat, hutan yang terawat dengan baik dan tentu DAS yang terkelola dengan baik pula.
“Saya titip kepada Kepala BPDASHL, Bone Bolango, Heru Permana, untuk selalu berkoordinasi dengan Pemkab Bone Bolango apa saja yang mau dikerjakan dan dilakukan di wilayah Bone Bolango supaya pemerintah daerah bisa mengetahuinya juga,”tandas Hamim.
Sebelumnya, Kepala BPDASHL, Bone Bolango, Heru Permana, sosialisasi kegiatan RHL pola agroforestry tahun 2021 ini bertujuan untuk memberikan arahan kebijakan dan informasi serta penyamaan persepsi tentang kegiatan RHL dalam rangka sebagai upaya dalam memulihkan, mempertahankan dan meningkatkan fungsi hutan dan lahan.
Hal ini guna meningkatkan daya dukung, produktivitas dan peranannya dalam menjaga sistem penyangga kehidupan yang dilaksanakan oleh masyarakat setempat sebagai pelaku utama untuk meningkatkan kesejahteraannya, keseimbangan lingkungan dan dinamika sosial budaya dalam bentuk pola agroforestry. (Tim IKP/Humas/Kominfo)

Sambutan