Merlan : Pembelajaran Tatap Muka Butuh Komitmen Guru Terapkan Protokol Kesehatan

Merlan : Pembelajaran Tatap Muka Butuh Komitmen Guru Terapkan Protokol Kesehatan

Wakil Bupati Merlan S. Uloli saat berinteraksi dengan salah satu siswa anak didik di SDN 1 Kabila pada pembukaan proses pembelajaran tatap muka secara langsung, di SDN 1 Kabila, Senin (24/5/2021). (F.AKP/Diskominfo)

Kominfo, Bonebol – Keputusan Pemerintah Kabupaten Bone Bolango dalam hal ini Bupati Bone Bolango untuk membuka kembali proses pembelajaran tatap muka terbatas, dinilai Wakil Bupati Merlan S. Uloli merupakan keputusan yang sangat berani.
Karena itu, Wabup Merlan Uloli berharap komitmen semua pihak, terutama para kepala sekolah dan guru-guru dalam mendukung keputusan Bupati tersebut dengan menerapkan disiplin protokol kesehatan Covid-19 yang ketat kepada seluruh anak-anak didiknya.
”Jadi keberanian pak Bupati untuk membuka kembali sekolah untuk proses pembelajaran tatap muka terbatas secara langsung, itu harus kita jaga bersama-sama dengan menerapkan protokol kesehatan Covid-19 yang ketat kepada anak-anak didik di sekolah,”ujar Merlan Uloli saat memberikan sambutan pada pembukaan proses pembelajaran tatap muka secara langsung sekaligus menyerahkan naskah ujian akhir sekolah, di SDN 1 Kabila, Senin (24/5/2021).
Anak-anak didik, kata Merlan, harus diarahkan untuk memakai masker terus selama proses pembelajaran, rajin cuci tangan dengan sabun dan air mengalir, serta menjaga jarak. Kita semua harus selalu waspada, karena virus Covid-19 ini tidak terlihat.
Kemudian anak anak didik juga kalau bisa dipikirkan asupan gizinya, karena virus Covid-19 ini erat kaitannya dengan imun tubuh.”Kalau imun tubuh baik, pasti bisa menolak virus ini. Tapi kalau kondisi tubuh tidak baik, apalagi tidak tidur dengan bagus, ini juga bisa mempercepat penularan virus Covid-19,”tukas Merlan Uloli.
Dibutuhkan stamina tubuh yang baik dan juga imun yang baik, sehingga virus Covid-19 ini tidak mudah masuk ke tubuh kita.”Jangan uji coba pembelajaran tatap muka ini kita genjot karena sudah setahun lebih, lalu belajar dan belajar terus, tapi kita lupa jaga anak-anak ini dari penyebaran virus Corona,”tukas Merlan.
Lebih lanjut, Wabup mengingatkan kepada guru setelah proses pembelajaran untuk mengarahkan para anak didiknya untuk langsung pulang ke rumah guna menghindari kontak dengan orang luar. Jangan sampai dengan adanya pembukaan sekolah ini ada klaster baru Corona yang timbul di lingkungan sekolah. Kalau itu terjadi, pasti sekolah ditutup kembali. 
“Kasihan anak-anak didik kita, termasuk guru-guru dan orang tua. Karena bukan hanya pelajaran tertinggal, tapi mereka anak-anak didik kita ini butuh bersosialisasi, butuh teman, butuh komunikasi, butuh bermain. Karena ini yang sudah hilang selama pandemi Covid-19 ini,”tandas Merlan.
Ia juga mengingatkan keseriusan dari guru-guru dan komitmen kepala sekolah untuk taat dan disiplin dengan protokol kesehatan Covid-19 ini benar-benar harus dilaksanakan. Kalau kita lengah, lalu kemudian ada yang terkena virus Covid-19, nanti imbasnya semua sekolah akan ditutup kembali. Anak anak lagi yang menerima akibatnya.
Mari kita menjaga protokol kesehatan Covid-19 mulai hari ini. Karena ini uji coba pembelajaran tatap muka, makanya dalam uji coba ini mari kita jaga sama-sama. Karena kita tidak bisa menghindar dari kehidupan baru yang mengharuskan kita harus pakai masker, harus jaga jarak, harus cuci tangan terus.”Satu-satunya cara untuk memutus penyebaran Covid-19 ini hanya dengan disiplin protokol kesehatan Covid-19,”tutur Merlan.
Diakhir penyampaiannya Wabup berharap proses pembelajaran tatap muka di sekolah ini menjadi awal yang baik.”Mudah-mudahan sekolah tidak akan ditutup lagi, karena ini baru tahap uji coba. Ini bisa terwujud dengan adanya komitmen kepala sekolah dan guru-guru, termasuk orang tua anak didik,”harap Merlan.
Merlan juga berharap SDN 1 Kabila harus menjadi contoh dan teladan dalam penerapan protokol kesehatan Covid-19 pada proses pembelajaran tatap muka.”Kepala sekolah dan guru-guru harus mengarahkan anak anak didiknya. Mereka tidak hanya di sekolah disiplin protokol kesehatan Covid-19, tapi juga di rumah mereka masing-masing.
“Persoalan disiplin protokol kesehatan ini harus disampaikan ke anak-anak didik kita berulang ulang. Mereka tidak hanya di sekolah disiplin protokol kesehatan Covid-19, tapi sampai di rumah itu terbawa. Jangan lengah dan jangan remehkan ini Covid-19. Corona masih ada,”pungkas Merlan. (Tim IKP/Humas/Kominfo)
 

Sambutan