Pemkab Bonebol Gandeng BSG Digitalisasi Pembayaran Pajak Restoran

Pemkab Bonebol Gandeng BSG Digitalisasi Pembayaran Pajak Restoran

KominfoBonebol - Untuk mengoptimalisasikan pendapatan asli daerah (PAD) melalui retribusi pajak restoran, rumah makan, dan kafe di wilayah Kabupaten Bone Bolango (Bonebol). Pemkab Bonebol gandeng Bank Sulawesi Utara Gorontalo (BSG) melakukan terobosan dengan menghadirkan sistem digitalisasi pembayaran pajak menggunakan alat perekam pajak.

Kerja sama ini juga melibatkan Tim Koordinasi dan Supervisi Pencegahan Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia (Korsupgah KPK RI). Hal ini ditandai dengan dilaksanakannya sosialisasi dan launching implementasi optimalisasi pendapatan asli daerah (PAD) melalui alat perekam pajak oleh Bupati Bone Bolango Hamim Pou, di Restoran Miranti Indah, Rabu 20/1/2021).

Didampingi Kapolres Bone Bolango AKBP Suka Irawanto, Sekda Ishak Ntoma, dan Pimpinan Departemen Pengembangan Bisnis dan Jaringan BSG Meiske Kumurur, Bupati Bone Bolango Hamim Pou mengungkapkan terobosan ini sebenarnya bagian dari kultur yang hendak dia bangun di Bone Bolango. 

Misi kita di Bone Bolango kedepan adalah menjadi Bonebol Digital. Seluruh layanan akan berbasis digital.

“Jadi digitalisasi layanan, termasuk bagaimana kita memaksimalkan penerapan teknologi yang ada. Salah satunya mengoptimalkan penerimaan PAD melalui retribusi pajak restoran, rumah makan, dan kafe dengan menggunakan alat perekam pajak ini,”ujar Hamim Pou.

Hamim mengatakan penerapan teknologi ini sudah menjadi bagian dari komitmen kita di Bone Bolango bahwa digitalisasi seluruh layanan menjadi kebutuhan dan sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.

Hamim pun berharap lewat penerapan dan penggunaan alat perekam pajak bagi para pengusaha restoran, rumah makan, dan kafe ini bisa mengurangi kebocoran pajak yang ada di Bone Bolango. Dengan demikian makin banyak uang yang bisa dikumpulkan dari hasil pajak tersebut.

"Dengan pajak yang kita kumpul mulai dari 5.000, 10.000 dan seterusnya, itu kita akan dedikasikan dan kembalikan ke rakyat dalam bentuk infrastruktur serta peningkatan layanan pendidikan dan juga kesehatan,”urai Hamim.

Dengan alat perekam pajak ini, kata Hamim, akan menghemat biaya maupun operasional petugas penagih yang naik turun restoran, rumah makan, dan kafe untuk menagih pajak.

”Tidak hanya itu, dengan alat perekam pajak juga langsung ketahuan berapa pajak yang terkumpul untuk disetorkan ke kas daerah,”tukas Hamim.

Pada kesempatan itu, Hamim juga menegaskan disamping pemanfaatan teknologi berbasis digital. Paling utama juga adalah integritas kita, baik masyarakat, pengusaha, pedagang, pemilih rumah makan, kafe, dan restoran itu harus memiliki kejujuran, termasuk juga petugas penagih pajak itu sendiri.

(Humas/Indra/AKP/Apris/KominfoBoneBol)

Sambutan