Produktivitas Panen Padi di Bulotalagi Barat Diperkirakan Capai 12 Ton Perhektare

Produktivitas Panen Padi di Bulotalagi Barat Diperkirakan Capai 12 Ton Perhektare

Kadis Pertanian dan Peternakan Roswaty Agus didampingi Sekretaris Dinas Sulastri Lamusu, Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultura Rosna Dewi Rayusyam, Kabid Penyuluhan Yoana Rahman menyaksikan pengambilan sampel padi yang dilakukan oleh salah seorang Penyuluh Pertanian Desa Bulotalangi Barat, Suwandi Said, Sabtu (24/4/2021). (F.dok.istimewa)

Kominfo, Bonebol – Produktivitas hasil panen padi di wilayah Desa Bulotalagi Barat, Kecamatan Bulango Timur, Kabupaten Bone Bolango diperkirakan mencapai 12 ton perhektare. Hal ini berdasarkan hasil pengambilan sampel yang dilakukan oleh salah seorang Penyuluh Pertanian Desa Bulotalangi Barat, Suwandi Said, Sabtu (24/4/2021).
Suwandi Said yang juga Penyuluh Pertanian Muda di BPP Kecamatan Bulango Timur ini, mengatakan untuk luas lahan yang jadi sampel seluasnya 2,5x2,5 meter dengan titik sampel berdasarkan angka random. Menurutnya, dari hasil 6,25 meter persegi, musim tanam lalu setiap hektare sawah menghasilkan 6,8 kilogram atau 10,88 ton gabah kering panen  (GKP).
Sedangkan untuk saat ini diperoleh bobot gabah 7,98 kilogram dan jika dikonversikan itu setara 12 ton gabah kering panen (GKP).”Angka tersebut adalah angka dugaan untuk hamparan kelompok Tani Tekad Makmur 1 seluas 25 hektare, berdasarkan kondisi tanaman padi yang di panen,”katanya.
Lebih lanjut, ia menyebutkan dari data yang telah diolah diperoleh bahwa sistem tanam menggunakan sistem tanam legowo 4:1 (Jarak tanam 28x14x56 cm), varietas yang ditanam adalah Ciherang, tanggal penanaman adalah 27 Januari 2021 dan panen diumur 109 hari mengunakan pupuk dan pestisida organik.
“Banyaknya rumpun padi diperoleh sebanyak 166.104 rumpun, jumlah anakan produktif rerata 28 anakan, dan rerata jumlah bulir gabah dalam malai yaitu yang bernas 117,6 butir dan hampa (tidak berisi) sebanyak 24 butir dan bobot bulir per 1.000 butir adalah 23,30 gram,”urai Suwandi.
Suwandi pun  berharap dari hasil panen tersebut, maka diharapkan petani dapat menggunakan pupuk organik disetiap musim tanam dan menerapkan jarak tanam sistem legowo.
Sementara itu, Kabid Penyuluhan,  Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Bone Bolango, Yoana Rahman, mengatakan bahwa capaian produktivitas, tidak hanya menjadi tanggungjawab petani itu sendiri, tetapi juga adanya pengawalan dan pendampingan dari para penyuluh pertanian dan petugas pengamat hama dan penyakit yang ada dimasing-masing desa. 
“Untuk hal-hal teknis, petugas kita dalam hal ini para penyuluh pertanian akan selalu siap dan siaga untuk kawal dan damping petani dalam berusahatani,”terang Yoana.
Untuk menghitung capaian produksi, lanjut Yoana, dilakukan dengan teknik ubinan secara swadaya dengan variable pengamatannya adalah jarak tanam, jumlah anakan produktif dan bobot bulir gabah permalai serta pengambilan titik sampel dilakukan sesuai rekomendasi BPS dengan cara acak berdasarkan angka random. 
Salah seorang petani, Naco Burudji, anggota kelompok tani Tekad Makmur 1 Desa Bulotalangi Barat, mengakui bahwa untuk musim tanam/panen saat ini pertumbuhan padi sangat baik. Bersama dengan petugas POPT dan Penyuluh serangan OPT dapat dikendalikan sejak dini serta masih konsisten dengan penggunaan bahan-bahan organic dalam budidaya.
“Alhamdulillah, berbeda dengan musim panen lalu. Kali ini hasil padi sangat baik dan untuk penggunaan pupuk dan pestisida kimia dikurangi dan dibatasi,”ujar Naco Burudji. (Tim IKP/Humas/Kominfo)
 

Sambutan