Rp30 Miliar Dana PEN Bone Bolango Untuk Pengembangan Ekowisata

Rp30 Miliar Dana PEN Bone Bolango Untuk Pengembangan Ekowisata

Sekda Kabupaten Bone Bolango Ishak Ntoma saat memberikan sambutan pada kegiatan Workshop Tantangan dan Peluang Ekowisata di Bone Bolango

Kominfo BoneBol - Pemerintah Kabupaten Bone Bolango berkomitmen untuk mempercepat dan mendorong terwujudnya pembangunan dan pengembangan ekowisata di Bone Bolango dengan melibatkan dunia pendidikan dan dunia usaha.

Hal ini diutarakan Sekda Bone Bolango Ishak Ntoma saat memberikan sambutan pada kegiatan workshop tantangan dan peluang ekowisata di Gorontalo yang diselenggarakan Universitas Bina Mandiri (UBM) Gorontalo dan Pemda Bone Bolango, di Kampus UBM Gorontalo, Selasa (19/01/2021).

Sekda Ishak Ntoma mengatakan Pemerintah Kabupaten Bone Bolango mencoba untuk menseriusi mewujudkan ekowisata ini dengan dasar, yang pertama Bone Bolango menjadi tempat wisata atau tujuan destinasi di Provinsi Gorontalo dengan slogan One Visit Seven Destination, yakni satu kali kunjungan tujuh tempat wisata yang bisa didatangi.

Untuk itu, kata Ishak Ntoma, lewat dana bantuan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sebesar Rp200 miliar untuk Bone Bolango. Sebesar Rp30 miliar di antaranya akan disisihkan dan dialokasikan untuk menata dan membangun, serta mengembangkan ekowisata yang ada di Bone Bolango.

“Salah satu yang akan kita dorong adalah pembangunan ekowisata. Apalagi ekowisata ini, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mencantumkannya sebagai wisata minat khusus,”kata Ishak Ntoma.

Namun dalam pengembangan tempat destinasi wisata yang akan didorong menjadi ekowisata ini, kata Ishak Ntoma, Pemerintah Daerah masih terkendala dengan kekurangan Sumber Daya Manusia (SDM), khususnya dalam bidang pariwisata.

Oleh karena itu, lanjut dia, Pemkab Bone Bolango sangat berterima kasih kepada Yayasan dan Universitas Bina Mandiri (UBM) Gorontalo yang tahun ini membuka SMK Kejuruan, yakni SMK Bina Mandiri Bone Bolango yang salah satu program studi (Prodi) kejuruannya adalah pariwisata.

“Ini berarti menjawab kelangkaan SDM pariwisata di daerah ini, baik dari sisi pengelolaan hotel dan makanan, pengelolaan destinasi wisata, dan termasuk travelingnya,”tutur Sekda Ishak Ntoma.

Menurut Sekda, jika ketiga produk dari SMK Bina Mandiri Bone Bolango ini mulai disiapkan dari sekarang, pihaknya berkeyakinan kedepan Bone Bolango tidak kekurangan lagi orang-orang yang mencintai wisata dan menjadi pengelola wisata. Paling penting adalah tentunya bagaimana membantu pembangunan daerah.

Sementara itu, untuk pembangunan ekowisata sendiri, Pemkab Bone Bolango akan mendorong tempat-tempat destinasi wisata yang berhubungan dengan alam, seperti halnya destinasi wisata Bukit Peyapata di Desa Tunggulo dan Bukit Arang di Desa Lonuo, Kecamatan Tilongkabila.

Selanjutnya, destinasi wisata pemandian air panas dan air terjun Lombongo di Desa Lombongo, Kecamatan Suwawa Tengah, dan destinasi wisata alam Hungayono di Desa Tulabolo Timur, Kecamatan Suwawa Timur.

“Destinasi wisata alam Hungayono sendiri menjadi salah satu primadona Bone Bolango, karena di dalamnya ada satwa langka, yakni burung endemik Maleo yang dilindungi oleh undang-undang,”urai Sekda Ishak Ntoma.

Pantauan di lokasi kegiatan workshop yang menghadirkan narasumber Akademi Praktisi Ekowisata Indonesia, M. Nurdin Razak itu, dihadiri langsung Ketua Yayasan Bina Mandiri Gorontalo Azis Rachman, dan Rektor Bina Mandiri Gorontalo Titin Dunggio.

(Humas/AKP/Apris/Indra/KominfoBoneBol)

Sambutan