Sekda Tekankan Harmonisasi Program Penyuluh KB dan Bidan Faskes

Sekda Tekankan Harmonisasi Program Penyuluh KB dan Bidan Faskes

Sekda Ishak Ntoma dibuka secara resmi pertemuan Koordinator Penyuluh KB dengan Bidan Koordinator Faskes se Kabupaten Bone Bolango tahun 2021, di LPMP Provinsi Gorontalo, Jumat (25/06/2021). (F.AKP/Diskominfo)

Kominfo, Bonebol – Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Bone Bolango menggelar pertemuan Koordinator Penyuluh KB dengan Bidan Koordinator Faskes se Kabupaten Bone Bolango tahun 2021.
Kegiatan yang digelar di LPMP Provinsi Gorontalo itu, tetap menerapkan protokol kesehatan Covid-19 dan dibuka secara resmi Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bone Bolango, Ishak Ntoma, Jumat (25/06/2021).
Sekda Ishak Ntoma menekankan pertemuan ini menjadi sesuatu yang sangat penting dalam rangka menyelaraskan, menyatukan, mengintegrasikan, mengkolaborasikan, dan mengharmonisakan semua hal yang berhubungan dengan tugas-tugas Penyuluh Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) di DP2KBP3A dan tugas Fasilitator Kesehatan (Faskes) yang ada digarda terdepan di Puskesmas se Kabupaten Bone Bolango.
“Seharusnya sudah dari dulu kita bersatu dan menyamakan persepsi dan tekad bagaimana sinkronisasi dan harmonisasi kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh PLKB di DP2KBP3A dengan petugas Faskes yang ada di Puskesmas,”ujar Sekda Ishak Ntoma.
Menurut Sekda, menjadi hal yang sangat besar dan dasyat hasilnya ketika kekuatan antara PLKB dan Faskes bersatu di lapangan.”Jangan sampai PLKB ke timur, fasilitator kesehatan Puskesmas ke ke barat. Jadi tidak ketemu, maka target-target program tertentu yang ingin dicapai, itu menjadi sia-sia,”tukas Ishak Ntoma.
Oleh karena itu, Sekda menyambut baik pertemuan yang dilaksanakan tersebut, bagaimana para petugas PLKB ini benar-benar bisa berkoordinasi dengan petugas Faskes yang ada di Puskesmas ataupun Rumah Sakit.
Ishak menyebutkan Faskes kita di Bone Bolango ada di 20 Puskesmas ditambah dua rumah sakit. Demikian juga para penyuluh KB, itu banyak pasukan, maka kedepan kita sebenarnya tidak hanya semata-mata mengendalikan kelahiran karena sudah menjadi tugas pokoknya. Tapi lebih dari itu, bagaimana keluarga usia subur ini benar-benar siap menjalani keluarga, sehingga bisa melahirkan anak-anak yang sehat dan cerdas.
“Jadi bukan sekedar membatasi mereka cukup dua anak, tapi bagaimana anak yang lahir adalah anak yang sehat dan cerdas. Bagaimana anak yang lahir dari keluarga itu bebas dari stunting. Itulah menjadi roh dan penyemangat kita, sehingga kolaborasi dua kekuatan ini, yakni PLKB dan fasilitator kesehatan di semua Puskesmas,”ujar Sekda Ishak.
Bagaimana juga harmonisasi kedua koordinator PLKB dan koordinator Faskes bisa berkolaborasi juga dengan tim fasilitator desa yang ada di Dinas Sosial, yakni Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK).
“Ketika kekuatan ini bersatu, maka semakin besar sehingga kita bisa mendeteksi secepat mungkin peluang-peluang atau hal-hal yang tidak baik dalam hal pengendalian penduduk atau pengendalian penyakit lainnya yang ada di masyarakat,”urai Sekda Ishak Ntoma.
Ia berharap ada semacam harmonisasi program antara PLKB dan Faskes.”Anggaran boleh beda dan tidak sama, tetapi ketika anggaran itu disinkronkan dalam rangka mencapai tujuan yang sama, maka itu akan menjadi besar manfaatnya. Jangan sampai anggaran banyak, tapi tidak sinkron dan tidak harmoni di lapangan, itu mubajir,”tukas Ishak Ntoma.
Sekda juga mengharapkan kerja sama antar penyuluh KB dan Faskes untuk duduk bersama dan mengkaji semua program bahkan masalah yang berhubungan wilayah kerjanya masing-masing dengan libatkan aparat desa untuk membantu dan mendorong program PLKB maupun Faskes.
“Kekuatan ini akan menjadi sesuatu hal yang menentukan pencapaian tujuan dan target program, ketika kita mampu melakukan hal yang baik ini,”pungkas Sekda Ishak Ntoma. (Tim IKP/Humas/Kominfo)
 

Sambutan