Tunjangan Kinerja Lurah di Kota Malang Rp5,7 Juta Setiap Bulan

Tunjangan Kinerja Lurah di Kota Malang Rp5,7 Juta Setiap Bulan

Wali Kota Malang, Jawa Timur, Sutiaji didampingi Bupati Bone Bolango Hamim Pou, Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Djarwoko, dan Sekda Bone Bolango Ishak Ntoma saat best practice dihadapan pejabat eselon II, III dan IV Pemkab Bone Bolango, di Mall Pelayanan Publik (MPP) Bone Bolango, Kamis (13/2/2020). (F.AKP)

BONEBOL – Wali Kota Malang, Jawa Timur, Sutiaji mengatakan untuk meningkatkan kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN) di wilayahnya, termasuk di dalamnya Kepala Kelurahan atau Lurah, Pemkot Malang memberikan reward kepada para aparaturnya tersebut.
Untuk eselon IV saja, kata Sutiaji, tunjangan kinerja yang diberikan sebesar Rp4,7 juta setiap bulannya. Sementara untuk Kepala Kelurahan atau Lurah, tunjangan kinerjanya sebesar Rp5,7 juta perbulan. Disamping ada reward, tentu ada juga punishment atau hukumannya. 
“Jadi rewardnya kami kuatkan dan tingkatkan. Karena rewardnya sudah kita kuatkan, maka mau tidak mau harus ada punishment. Ini tujuannya adalah bagaimana supaya ASN disiplin,”kata Wali Kota Malang Sutiaji saat best practice dihadapan pejabat eselon II, III dan IV Pemkab Bone Bolango, di Mall Pelayanan Publik (MPP) Bone Bolango, Kamis (13/2/2020).
Sutiaji yang juga mantan wartawan Jawa Post tahun 90-an ini dihadapan pejabat Pemkab Bone Bolango menyampaikan bahwa hidup ini adalah ujian, hidup ini adalah titipan.  Karena hidup ini titipan dan ujian, maka bagaimana kita isi kehidupan ini adalah untuk kebaikan. 
Sebab kita tidak pernah tahu kapan kita nanti menghadap kepada yang maha kuasa. Sehingga ittikad dakwah kita, ittikad pengabdian kita melalui ASN itu tentu harus menjadi ASN yang baik. 
“Jabatan kami selaku Bupati atau Wali Kota itu hanya lima tahunan, tapi kalau ASN lain. Jadi bagaimana tanggungjawab sebagai kepala daerah itu harus kita kuatkan, tentu harus didukung oleh semua para ASN,”ujar Sutiaji yang juga didampingi Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Djarwoko bersama rombongan Pemkot Malang.
Di Pemkot Malang sendiri, ungkap Sutiaji, akhir-akhir ini agak kencang, terutama terkait masalah disiplin.”Jadi kalau undangan rapat jam 8, maka jam 8:15 kami tutup pintu ruang rapatnya. Kalau lambat tetap boleh masuk, tapi harus pakai rompi “Saya Telat”. Ini kita lakukan untuk membangun kinerja baik pada ASN itu sendiri,”ungkap dia.
Pada kesempatan yang sama, Sutiaji menyampaikan terima kasih atas penyambutan dari Pemkab Bone Bolango terutama dari Bupati Hamim Pou kepada rombongan Pemkot Malang yang berkunjung di daerah ini.
”Saya dan pak Bupati Hamim Pou ternyata sama latar belakangannya. Saya juga mantan wartawan ketika masih jadi mahasiswa, pak Bupati Hamim Pou juga ternyata wartawan, rumpunnya juga sama. Saya di Jawa Post. Sementara pak Hamim pernah di Manado Post dan Gorontalo Post.  Tapi saya lebih duluan, saya tahun 80-an dan pak Hamim tahun 90-an,”tukas Sutiaji.
Sebelumnya, Bupati Bone Bolango Hamim Pou mengatakan kedatangan Pemkot Malang ke Kabupaten Bone Bolango tidak lain untuk saling belajar. Walaupun sebenarnya kita di Bone Bolango mau belajar lebih banyak dari Kota Malang sebagai kota kreatif, kota pendidikan, kota perniagaan, dan salah satu kota tua di Indonesia.
“Ini adalah kesempatan yang langkah untuk kita semua di Bone Bolango. Saya tidak ingin menyia-yiakan waktu yang sangat sempit dari pak Wali Kota disini,”ujar Bupati sembari memohon izin kepada Wali Kota Malang Sutiaji, untuk bicara dihadapan ASN Bone Bolango dalam kaitan memberikan spirit untuk kami di Bone Bolango agar bisa mengikuti apa yang dilakukan oleh Kota Malang. (AKP)
 

Sambutan