Upaya Penurunan Angka Stunting Butuh Komitmen Bersama

Upaya Penurunan Angka Stunting Butuh Komitmen Bersama

Bonebol, InfoPublik – Dalam upaya penurunan angka stunting di Kabupaten Bone Bolango (Bonebol), salah satu hal yang dibutuhkan dan perlu dilakukan adalah membangun komitmen bersama dengan seluruh stakeholder.
Demikian diutarakan Sekretaris Daerah Kabupaten Bone Bolango Ishak Ntoma saat memberikan sambutan pada kegiatan workshop penyusunan regulasi penurunan stunting di Kabupaten Bone Bolango, di Hotel Grand Q, Kota Gorontalo, Senin (2/3/2020).
Sekda mengatakan stunting atau dalam istilah dirinya ABKKDek (Anak Balita Kurus Kerempeng Pendek) maupun kekurangan gizi. Olehnya itu, urusan kurang ini tentu bukan hanya sekedar tiba-tiba kurang gizi, maka perhatian utama kita adalah bagaimana 1.000 hari pertama itu menjadi perhatian masyarakat, termasuk yang paling utama perhatian orang tua.
Mulai dari masa janin selama 9 bulan, 270 hari dan 730 setelah dia lahir atau 24 bulan atau umur 2 tahun. Asupan gizi harus benar-benar diperhatikan oleh orang tua dan tentu ini bagaimana keterlibatan stakeholder lainnya, dinas terkait untuk sama-sama melakukan intervensi terhadap penurunan stunting ini.
“Jadi kita di Bonebol harus membangun komitmen bersama seluruh OPD untuk bagaimana menurunkan angka stunting. Karena berdasarkan laporan Kadis Kesehatan Bonebol dr. Meyrin Kadir bahwa ada 1.603 stunting di daerah. Kalau itu dirata-ratakan di 160 desa, berarti ada 10 orang setiap desa,”ujar Sekda Ishak Ntoma.
Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Bonebol dr. Meyrin Kadir menjelaskan stunting sendiri merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak akibat dari kekurangan gizi kronis, sehingga anak terlalu pendek untuk usianya.
“Kekurangan gizi kronis terjadi sejak bayi dalam kandungan dan masa awal setelah anak lahir. Stunting baru nampak setelah anak usia 2 tahun,”jelasnya.
Meyrin menambahkan, data stunting Kabupaten Bone Bolango sendiri berdasarkan elektronik pencatatan dan pelaporan gizi berbasis masyarakat (e-PPGBM) tahun 2018 itu berjumlah 1.603 balita.
Sementara itu, pantauan di lokasi kegiatan workshop penyusunan regulasi penurunan stunting yang diikuti kurang lebih 150 peserta, terdiri dari pimpinan OPD, Camat, Kepala Puskesmas, TP PKK Kabupaten dan Kecamatan, serta Petugas teknis Puskesmas tersebut, menghadirkan narasumber dari Direktorat Kesehatan Gizi Masyarakat, Bappenas RI, Andi Irfanji, S.KM, M.Kes. (AKP)
 

Sambutan