Wasekjen MUI Lantik Pengurus MUI Bone Bolango

Wasekjen MUI Lantik Pengurus MUI Bone Bolango

Foto untuk : Wasekjen MUI Lantik Pengurus MUI Bone Bolango

BONEBOL – Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Bidang Kerukunan Antar Umat Beragama, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Nadjamuddin Ramly, melantik dan mengukuhkan pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bone Bolango masa khidmat 2019-2024.
Pengukuhan pengurus MUI Kabupaten Bone Bolango itu, berlangsung di lapangan Likada Kecamatan Kabila dalam rangkaian pembukaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-IX tingkat Kabupaten Bone Bolango, Senin (16/3/2020) malam.
Pengurus yang dikukuhkan itu, di antaranya Dewan Penasehat Ketua Dr. H. Hamim Pou, S.Kom, MH, Wakil Ketua I H. Mohamad Kilat Wartabone, Wakil Ketua II Ir. H. Ishak Ntoma, M.Si, Wakil Ketua III Drs. H. Suleman Tongkonoo, M.Pd.I, Wakil Ketua IV Halid Tangahu. Sementara Dewan Pimpinan Harian, Ketua Umum Kyai Helmi Podungge, Sekretaris Umum Faisal Pakaya, S.HI, MH.
Turut dilantik juga, Komisi Pendidikan dan Kaderisasi, Komisi Pengkajian dan Penelitian, Komisi Hukum dan Perundang-Undangan, Komisi  Pemberdayaan Ekonomi Ummat, dan Komisi Pemberdayaan Perempuan, Remaja dan Keluarga.
Pada kesempatan itu Wasekjen MUI, Nadjamuddin Ramly, mengingatkan bahwa fungsi MUI, yakni yang pertama sebagai pelayan umat. Tanpa melihat mazhab, latar belakang, umat Islam dan bangsa Indonesia harus dibantu oleh MUI.”Kita adalah khadam atau pesuruh, kita adalah pelayan dari umat Islam dan bangsa Indonesia,”tegasnya.
Kedua lanjut dia, fungsi MUI adalah menjaga dan memelihara aqidah umat. Oleh karena itu, Komisi Fatwa dan Ketua Bidang Fatwa sangat berperan penting di dalam menjaga aqidah umat dari segala aliran-aliran yang muncul, aliran-aliran yang sesat dan menyesatkan. Ini harus dijaga benar supaya aqidah umat utuh dan paripurna. 
Oleh karena itu, setiap pekan harus ada rapat evaluasi apa yang terjadi.”Sebagai himayatul ummah (menjaga umat), MUI harus menjaga dan memelihara aqidah ini sangat penting, karena MUI adalah penjaga akiqah umat,”tukas Nadjamuddin Ramly yang juga Direktur Warisan dan Diplomasi Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI itu.
Kemudian yang ketiga, fungsi MUI adalah sebagai mitra pemerintah. Antara ulama dan umara harus saling mengisi. Apalagi yang menjadi pengurus MUI Bone Bolango ini adalah banyak birokrat juga, yakni Aparatur Sipil Negara (ASN) maupun pejabat di lingkungan Pemkab Bone Bolango.
“Pengurus MUI itu harus menjadi teladan, sebagai cermin untuk kita berkaca. Kalau MUI-nya menyimpang, lalu apa yang menjadi teladan bagi umat. Karena itu, antara ulama dan umara ini harus berjabatan tangan erat dan ingat mengingatkan,”pungkas Nadjamuddin. (AKP)
 

Sambutan